Login
Daftar
Download
Jajak Pendapat
Kontak Person
Pendaftaran Online
Data Pendaftar
Pengumuman
Galery
Saran
Data Mahasiswa & Alumni
Karya Online

Info / News Terbaru
2009-11-04
Hasil Seleksi Program Beasiswa Unggulan
2009-11-04
Undangan Penyerahan Sertifikat BU-CIMB Niaga


Join Our Mailing List!
Daftar!
Beasiswa    Provider
Hati-hati atas segala tindak penipuan yang mengatasnamakan pihak-pihak di lingkungan Depdiknas.
Make Education Better
Latar Belakang Program Beasiswa Unggulan
Selamat datang di situs resmi Beasiswa Unggulan , sebuah program yang bergerak untuk membentuk kader-kader bangsa yang mampu bersaing di dunia nasional maupun internasional, dengan Program Beasiswa Unggulan kita wujudkan pendidikan yang maju dan berbudaya.

Jati diri bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Untuk itu, diperlukan kader terbaik bangsa yang memiliki kecerdasan tinggi, sikap dan mental prima, daya juang dan daya saing tinggi, kemampuan handal, dan nasionalisme sejati.

Sebagaimana diamanatkan oleh Presiden RI dalam pembukaan Konferensi Nasional Revitalisasi Pendidikan, tanggal 7 Agustus 2006, bahwa bangsa Indonesia perlu mengadakan refleksi ulang sekaligus reposisi terhadap sistem pendidikan mengingat bahwa anak-anak bangsa yang terdidik merupakan aset yang paling berharga untuk menghasilkan human capital yang berdaya saing serta mampu mengubah Indonesia dari developing country menjadi developed country. Untuk itu, perlu dicari sistem pendidikan nasional yang lebih cocok dan tepat termasuk sistem evaluasinya.

Sungguh disadari bahwa pelayanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat dalam sejarah perjalanan bangsa belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan. Dunia pendidikan masih menghadapi tantangan-tantangan yang cukup mendasar yaitu masalah perluasan dan pemerataan, mutu, relevansi, daya saing pendidikan, masalah penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik. Secara keseluruhan, belum membaiknya pembangunan manusia di tanah air akan melemahkan kekuatan daya saing bangsa. Ukuran daya saing ini kerap digunakan untuk mengetahui kemampuan suatu bangsa dalam bersaing dengan bangsa-bangsa lain secara global.

Semakin lemah daya saing suatu bangsa akan semakin sulit untuk berkembang. Bahkan, ada indikasi bahwa daya saing yang rendah akan menyebabkan ketergantungan pada bangsa lain yang pada gilirannya akan menurunkan kapabilitas bangsa untuk mandiri dan berdaulat.

Menurut World Economic Forum 2007, ada sembilan pilar yang digunakan untuk menentukan daya saing suatu bangsa, yaitu:

  1. institusi publik baik dari pemerintah maupun swasta,
  2. infrastruktur,
  3. ekonomi makro,
  4. kondisi pendidikan dan kesehatan,
  5. pendidikan tinggi,
  6. efisiensi pasar,
  7. penguasaan teknologi,
  8. jaringan bisnis,
  9. inovasi.

Pada umumnya negara-negara berkembang masih berkutat pada pilar 1 sampai dengan 4, negara-negara menengah telah berada pada pilar 5 sampai dengan 7, dan negara-negara maju berada pada pilar 8 sampai dengan 9. Kriteria ini didasarkan atas hipotesis terhadap kemajuan suatu bangsa yang berbasis upah (wages). Pada tahap awal, daya saing bangsa sebagai cerminan besarnya upah atau daya beli masyarakat ditentukan oleh kapabilitas dasar penduduk seperti pendidikan, kesehatan, mekanisme pasar (market) dan pemerintahan yang akuntabel.

Berdasarkan acuan sembilan pilar tersebut, telah disusun daya saing bangsa oleh Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) tentang Indeks Daya Saing Global (Global Competitiveness Index atau GCI) tahun 2006-2007. Dalam laporan itu, posisi Indonesia berada pada peringkat ke-50 dari 125 negara. Ini menunjukkan bahwa daya saing Indonesia berada pada tingkat menengah. Di antara lima negara-negara ASEAN, peringkat Indonesia masih berada di bawah Singapura (peringkat ke-5), Malaysia (ke-26) dan Thailand (ke-35). Namun, peringkat Indonesia masih lebih baik dibanding dengan Filipina (ke-71).

Dari kondisi tersebut, Indonesia harus segera melakukan strategi baru dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas bangsa melalui pendidikan yang berkualitas. Sehingga diharapkan mampu menghasilkan manusia-manusia yang unggul, cerdas dan kompetitif.

Untuk itu diperlukan tiga pilar utama dalam pembangunan pendidikan nasional yaitu:

    1. peningkatan pemerataan dan akses pendidikan;
    2. peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; dan
    3. manajemen bersih dan transparan sehingga masyarakat memiliki citra yang baik (good governance).

Ketiga pilar tersebut mendasari tercapainya visi pendidikan nasional yaitu membangun Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif. Dengan tidak mengesampingkan cita-cita luhur yang lain seperti Penuntasan Wajib Belajar. Kita juga perlu mengungkit percepatan peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pada tataran lulusan perguruan tinggi.

Lulusan perguruan tinggi seharusnya merupakan insan-insan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang cerdas, berwawasan kebangsaan, bermutu, terampil atau ahli, profesional, mandiri, mampu belajar sepanjang hayat dan memiliki kecakapan hidup. Lulusan inilah yang merupakan insan bangsa yang unggul.

Untuk itu, perlu terobosan program pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan kader bangsa dalam jumlah memadai sehingga merupakan massa yang kritis (critical mass). Program tersebut adalah Program Beasiswa Unggulan. Program ini merupakan prioritas untuk mengembangkan sumber daya manusia yang handal dalam mensikapi era serba terbuka (global).

VISI

Melahirkan kader terbaik bangsa yang memiliki pemahaman kebangsaan secara komprehensif, integritas dan kredibilitas tinggi, berkepribadian, moderat serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara.

MISI

  1. Menumbuhkan kader terbaik bangsa dari berbagai daerah dengan latar belakang dan budaya yang bervariasi melalui proses pendidikan dan akulturasi dari berbagai perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri.
  2. Menghasilkan lulusan yang dapat membangun potensi daerah masing-masing.
  3. Menghasilkan lulusan melalui program integrasi dari berbagai disiplin ilmu yang lulusannya memiliki daya saing dan integritas yang handal.
  4. Meningkatkan kapasitas individu untuk berkontribusi kepada daya saing bangsa.

selanjutnya

Copyright © BPKLN Depdiknas, 2008. All Rights Reserved
Recommended browser for this site is Mozilla Firefox (free)